God With The Real Adventurer.....

EKSPEDISI 2012

Senin, 08 Oktober 2012

Budidaya Pakcoy dan Sawi



Budidaya Pakcoy-Sawi



PEMBIBITAN

    • Benih ditabur pada permukaan bedengan lalu ditutup dengan tanah setebal 1-2 cm.
    • Lakukan perawatan dengan penyiraman menggunakan sprayer atau embrat.
    • Benih yang baik biasanya akan tumbuh setelah 3-4 hari.
    • Setelah berdaun 3-5 helai (3-4 MST) tanaman dipindah ke bedengan penanaman.



PENGOLAHAN LAHAN

    • Tanah digembur serta dibuat bedengan, sebelumnya lahan harus benar-benar bersih dan
        tidak boleh ternaungi.
    • Saat penggemburan diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar.
    • Penggemburan dilakukan 2-4 minggu sebelum lahan ditanami.
    • Lebar bedengan 120 cm, panjang sesuai ukuran petak tanah, tinggi 20-30 cm, dan jarak
        antar bedengan 30 cm.



Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada Tabel:

Umur            Urea    ZA    Sp36    KCI    Target PH
                      Kg/ha/Musim tanam            6.5
Perplant         187              311      112    -
4 MST           187                          112     -

MST= Minggu Setelah Tanam



PENANAMAN

    • Pilih bibit yang baik yaitu, batangnya tumbuh tegak,daun hijau segar dan tidak terserang
        hama atau penyakit.
    • Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, pindahkan bibit ke lubang tanam
        dengan hati-hati dan rapikan.



PEMELIHARAAN


    • Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada musim kemarau.
    • Penjarangan biasanya dilakukan pada saat 2 MST.
    • Penyulaman jika perlu.
    • Penyiangan dapat dilakukan 2-4 kali selama pertanaman.
    • Pemupukan tambahan pada saat 3 MST dengan pemberian urea 50 kg/ha, yang bisa
        dilakukan dengan ditabur dalam larikan lalu ditutup dengan tanah, atau dilarutkan dalam
        air lalu disiramkan pada bedengan penanaman. 



HAMA dan PENYAKIT

    • Hama yang biasa menyerang tanaman antara lain: ulat, tritip, siput, cacing bulu, ulat
        crocidolomia binotalis dan ulat thepa javanica.
    • Penyakit yang biasa menyerang ialah bakteri, virus, jamur dan gangguan fisiologi yang
        bisa saja terjadi.
    • Hama dan penyakit tanaman dapat diatasi dengan mudah antara lain dengan pemberian
        obat tertentu pada saat yang tepat. 



Khasiat Manfaat Pakcoy / Sawi



Cegah Osteoporosis

    • Sawi banyak mengandung vitamin dan mineral. Kadar vitamin K, A, C, E, dan folat pada
        sawi tergolong dalam kategori excellent. Mineral pada sawi yang tergolong dalam
        kategori excellent adalah mangan dan kalsium. Sawi juga excellent dalam hal asam
        amino triptofan dan serat pangan (dietaryfiber).
    • Zat-zat gizi yang termasuk dalam kategori very good pada sawi adalah kalium, tembaga,
        fosfor, besi, magnesium, vitamin B6, vitamin B2, dan protein. Komposisi gizi lengkap
        dari sawi dapat dilihat pada tabel.



Komposisi Gizi per Satu Cangkir Sawi

Zat Gizi           KadarAKG (%) Densitas Gizi Worlds Healthiest Foods Rating

Vitamin K (mkg) 419,3      524,1       449,2           Excellent

Vitamin A (IU)     4243,4 84,9         72,7            Excellent

Vitamin C (mg)      35,42  59,0        50,6            Excellent

Folat (mkg)         102,7625,7         22,0            Excellent

Mangan (mg)        0,38     19,0       16,3            Excellent

Vitamin E (mg)       2,81   14,1       12,0            Excellent


----------------------- Page 3-----------------------

triptofon (g)      0,04    12,5        10,7           Excellent

Serat pangan (g)  2,8      11,2       9,6             Excellent

Kalsium (mg)       103,6   10,4       8,9             Very good

Kalium (mg)        282,8   8,1        6,9             Very good

Vitamin B6 (mg) 0,14       7,0        6,0             Very good

Protein (g)        3,16    6,3        5,4             Very good

Tembaga (mg)       0,12    6,0        5,1             Very good

Fosfor (mg)        57,4    5,7        4,9             Very good

Besi (mg)          0,98    5,4        4,7             Very good

Vitamin B2 (mg) 0,09       5,3        4,5             Very good

Magnesium (mg) 21          5,3        4,5             Very good

Vitamin B1 (mg) 0,06       4,0        3,4             Good

Vitamin B3 (mg) 0,61       3,0        2,6             Good

keterangan: AKG= angka kecukupan gizi



   Kandungan vitamin K pada sawi sangat tinggi, yaitu mencapai 419,3 mkg per cangkir.
Konsumsi satu cangkir sawi sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin K per hari.
   Vitamin K sangat berguna untuk membantu proses pembekuan darah, sehingga sering disebut
sebagi vitamin koagulasi. Vitamin K mempunyai potensi dalam mencegah penyakit-penyakit
serius, seperti penyakit jantung dan stroke, karena efeknya mengurangi pengerasan pembuluh
darah oleh faktor timbunan plak kalsium.
    Vitamin K juga terkait dengan pengaturan protein tulang dan kalsium di dalam tulang dan
darah, sehingga dapat menjaga tulang dari proses osteoporosis. Tanpa peran vitamin K,
osteokalsin sebagai protein tulang tidak dapat bekerja dengan normal.
   Vitamin K juga dapat digunakan untuk menangani kanker karena dapat bertindak sebagai
racun bagi sel-sel kanker, tetapi tidak membahayakan sel-sel yang sehat.
   Fungsi lain dari vitamin K adalah dalam mencegah penyakit alzheimer, pengontrolan kadar
gala darah, serta mencegah sitokin, pembawa pesan yang berperan dalam menyebabkan
pembengkakan sambungan tulang saat penuaan terjadi.
   Kadar vitamin A pada sawi juga sangat tinggi. Konsumsi 1 cangkir sawi cukup untuk
memenuhi 84,9 persen kebutuhan tubuh akan vitamin A per hari. Vitamin A berperan menjaga
kornea mata agar selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan
lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya
infeksi.



   Kekurangan vitamin A membuat sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang
tidak larut dalam air dan bukan mukus. Bila sel-sel epitel mengeluarkan keratin, selsel membran
akan kering dan mengeras, dan bila tidak segera diobati akan menyebabkan kebutaan.


   Kandungan vitamin C pada sawi hampir setara dengan jeruk. Konsumsi 1 cangkir sawi cukup
untuk memenuhi 59 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C per hari.
    Peran utama vitamin C adalah dalam pembentukan kolagen interseluler. Kolagen merupakan
senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam tulang, dentin,
dan vascular endothelium.

   Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin
menjadi hidraksiprolin dan hidroksilisin. Kedua senyawa ini merupakan komponen kolagen
penting. Selain itu, vitamin C sangat berperan dalam penyembuhan luka serta daya tahan tubuh
melawan infeksi dan stres.



Asam Folat

   Sawi juga sangat baik bagi ibu hamil karena mengandung asam folat yang cukup tinggi.
Asam folat dibutuhkan tubuh untuk mengatasi anemia yang sering terjadi pada ibu hamil. Selain
itu, asam folat merupakan koenzim untuk beberapa sistem enzim.
   Salah satu peranan asam folat adalah biosintesis dan pemindahan satu satuan karbon seperti
gugus metil. Dengan demikian memungkinkan terjadinya sintesis metionin, kolin, dan
penambahan gugus metil pada pirimidin sehingga terbentuk timin. Senyawa terakhir ini
merupakan salah satu komponen penting dalam molekul DNA.
   Peran asam folat dalam proses sintesis nukleoprotein merupakan kunci pembentukan dan
produksi butir-butir darah merah normal dalam sumsum tulang. Asam folat juga terlibat dalam
proses oksidasi fenilalanin menjadi tirosin.
   Kebutuhan asam folat pada orang dewasa mencapai 400 mkg perhari. Kebutuhan ini menjadi
dua kali lipat pada ibu yang sedang hamil dan bertambah 50 persen untuk ibu yang sedang
menyusui.


   Asam folat dan vitamin B6 dapat mereduksi homosistein di dalam tubuh. Homosistein dapat
mencegah terbentuknya ikatan silang pada kolagen, sehingga tulang menjadi lebih mudah
keropos.


Kandungan vitamin E pada sawi dapat berfungsi sebagai antioksidan utama di dalam sel. The
George Mateljan Foundation (2006) menggolongkan sawi dalam kategori excellent sebagai
sumber vitamin E. Kebutuhan rata-rata vitamin E mencapai 10-12 mg/hari.
Kndungan vitamin E pada sawi juga berperan balk untuk mencegah penuaan.



Unggul Serat, Kaya Mineral
   Sawi juga memiliki keunggulan dalam hal serat pangan. Serat dibutuhkan tubuh untuk
menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Di dalam saluran pencernaan, serat akan mengikat
asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja.
   Semakin tinggi konsumsi serat, akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang
dikeluarkan oleh tubuh. Hal tersebut secara otomatis akan mengurangi kadar kolesterol. selain
untuk mengendalikan kolesterol, serat pada sawi juga sangat berguna mencegah diabetes melitus
dan terjadinya kanker kolon.


   Kandungan mangan pada sawi juga termasuk dalam kategori excellent. Mangan sangat
esensial untuk proses metabolisme tubuh, sedangkan triptotan merupakan protein utama
penghubung antarsaraf dan pengatur pola kebiasaan (neurobehaviour} yang berdampak kepada
pola makan, kesadaran, persepsi atas rasa sakit, dan pola tidur.
  
 Sawi juga memiliki kalsium yang sangat baik. Kalsium merupakan salah satu mineral
terpenting yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan
rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, terutama pada wanita.
   Kandungan kalsium yang tinggi pada sawi dapat mengurangi hilangnya bobot tulang yang
biasa terjadi pada usia lanjut. Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh rendahnya kadar
kalsium di dalam darah.



   Mineral lain yang cukup berarti pada sawi adalah magnesium. Kandungan magnesium pada
sawi sangat berguna untuk mereduksi stres dan membantu membentuk pola tidur yang baik.


Tangkal Macam-Macam Kanker

   Sawi merupakan jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit,
terutama kanker. Hal itu disebabkan tingginya kadar senyawa fitokimia pada sawi, khususnya
glukosinolat. Di dalam tanaman, glukosinolat bereaksi dengan enzim mirosinase, menghasilkan
komponen aktif indol dan isotiosianat. Indol dan isotiosianat berfungsi untuk mereduksi potensi
kanker karena kemampuan kedua komponen itu mengatur enzim yang berfungsi
mendetoksifikasi hati. Indol dan isotiosianat juga dapat menghambat enzim yang dapat
menyebabkan terbentuknya senyawa karsinogenik (penyebab kanker).


   Sebuah penelitian yang dilakukan dari Ohio State University membuktikan bahwa senyawa
isotiosianat dapat menghambat sel kanker. Senyawa ini berasal dari senyawa glukosinolat yang
mengalami perubahan setelah sayuran digigit, dikunyah, dan dicerna.



   Dari beberapa hasil studi epidemologi, Park dan Pezzuto (2002) melaporkan bahwa konsumsi
sayuran dari genus Brassica (termasuk sawi) dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker,
yaitu kanker payudara, prostat, ginjal, kolon, kandung kemih, dan paru-paru. Konsumsi tiga porsi
atau lebih sayuran tersebut mampu menurunkan risiko kanker prostat dibandingkan dengan
konsumsi hanya satu porsi per minggu. Dilaporkan juga bahwa konsumsi sayuran Brassica
sebanyak 1-2 porsi/hari mampu menurunkan risiko kanker payudara sebesar 20-40 persen.

   Sawi juga bermanfaat untuk mencegah kanker kandung kemih. Kanker kandung kemih
merupakan penyakit yang paling menakutkan. Tercatat 11.000 orang didiagnosis menderita
kanker tersebut di Inggris dan lebih dari 30 persen-nya meninggal akibat penyakit ini. Sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Dr. Steven Schwartz dari Ohio State University membuktikan
bahwa senyawa isotiosianat dapat memangkas sel kanker kandung kemih, khususnya sel agresif
yang cenderung cepat menyebar ke seluruh tubuh.



   Sawi juga mengandung sulforafan yang juga bersifat antikanker. Sebuah publikasi pada
Journal of Nutrition pada tahun 2004 menunjukkan bahwa kandungan sulforafan yang banyak
terdapat pada golongan Brassica sangat efektif untuk mencegah pertumbuhan sel kanker
payudara. Paul Talalay, farmakologis dari Johns Hopkins, menegaskan bahwa sulforafan
diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di dalam hati.



   Enzim ini berperan mengangkut bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa
prokarsinogen dan membuangnya keluar dari sel.
Turunkan LDL, Naikkan HDL
   Kandungan vitamin E, betakaroten, dan vitamin C pada sawi sangat baik untuk mencegah
kolesterol dan penyakit jantung. Ketiga zat tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah
terjadinya oksidasi kolesterol LDL.



   Kandungan vitamin B6, asam folat, dan magnesium pada sawi juga berpotensi untuk
mencegah penyakit jantung. Vitamin B6 dan asam folat dapat menghambat terbentuknya
homosistein, yaitu suatu senyawa yang mampu menyumbat pembuluh darah sehingga berpotensi
menyebabkan penyakit jantung.



   Sebuah studi di Amerika Serikat pada tahun 1995 menunjukkan bahwa konsumsi asam folat
400 mikrogram per hari dapat mencegah 28.000 kematian setiap tahun akibat penyakit jantung.
Kandungan magnesium pada sawi juga dapat mencegah tekanan darah tinggi dan penyakit
jantung.



   Sawi juga mengandung niasin. Niasin dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan
kadar HDL (kolesterol baik). Niasin berperan dalam merangsang terbentuknya prostaglandin 12,
yaitu hormon yang membantu mencegah pengumpulan agregasi trombosit. Dengan demikian,
niasin dapat memperkecil proses ateroskerosis dan akhirnya menurunkan kemungkinan
terjadinya serangan jantung.



Kurang Baik bagi Penderita Ginjal

   Sawi merupakan salah satu bahan pangan yang banyak mengandung oksalat. Kandungan
oksalat yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan kristalisasi yang menjurus pada
terbentuknya batu. Karena itu, mereka yang mempunyai gangguan terhadap ginjal sebaiknya
menghindari konsumsi sawi yang berlebihan.
   Kandungan oksalat dapat menghambat penyerapan kalsium di dalam tubuh. Kandungan
vitamin C yang tinggi pada sawi juga akan mendorong terbentuknya oksalat di dalam tubuh.
   Sawi juga mengandung goitrogen, yaitu senyawa yang dapat menghambat fungsi kelenjar
tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroksin dari bahan baku mineral
iodium. Terhambatnya fungsi kelenjar tiroid akan menyebabkan terjadinya goiter (gondok).

Menurut Cahanar dan Suhanda (2006), meskipun belum memiliki data ilmiah secara pasti,
proses pemasakan pada sawi dapat menginaktivasi komponen goitrogen. Karena itu, tidak perlu
khawatir mengonsumsi sawi, sepanjang bahan tersebut telah dimasak hingga matang

Sumber : http://usaha-swadaya.blogspot.com/2011/06/budidaya-pakcoy.html .



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar